MOTIVATION LETTER


CARA MEMAHAMI DIRI SENDIRI

1. Kenali Aktivitas Favorit
    Bisa mengenali atau mengetahui potensi diri seseorang dari aktivitas yang sering dan hobi dilakukan. Misalnya sejak kecil suka sekali membaca buku sejarah, maka bisa mencari bidang pekerjaan dan bidang ilmu yang berkaitan dengan sejarah.

Bisa mengembangkan potensi menjadi ahli budaya, arkeologi, dalang, dan hal lainnya yang berkaitan dengan sejarah. Coba buka pemikiran dan kenali aktivitas favorit yang sering dilakukan dan disenangi.

2. Cari Tahu Kepandaian
    Mencari tahu kepandaian apa yang dimiliki merupakan salah satu cara untuk bisa mengetahui potensi diri yang ada di dalam diri. Terkadang hal tersebut bersebrangan dengan yang diinginkan, misalnya berbakat menjadi seorang ilmuwan atau saintis, namun tidak merasa senang ketika belajar ilmu sains. 

Hal ini mungkin terpengaruh berbagai faktor, misalnya cara belajar yang salah atau mungkin faktor lainnya. Dengan mengetahui letak kepandaian, dengan begitu bisa bersosialisasi dengan mudah.

3. Bertanya pada Orang Lain
    Melihat potensi diri memang tidaklah mudah, dimana harus bisa menilai dengan baik diri sendiri dan apa potensi yang ada dalam diri. 

Jika merasa kesulitan, cobalah minta bantuan kepada teman, keluarga atau orang terdekat yang sering bersama, dengan begitu akan mengetahui diri sendiri dengan menyeluruh.

4. Kenali Potensi Dominan
    Jika termasuk orang yang memiliki banyak potensi namun tidak matang, pasti akan membuat merasa bingung sendiri. Misalnya, mereka bisa memasak, senang travelling dan sering melakukan olahraga. 

Bahkan ketiganya bisa menjadi hobi yang bersamaan, cobalah mengenali lebih jauh lagi apa kegiatan atau potensi yang ada pada diri sendiri.

5. Jangan Takut Berbeda
    Ketika menyadari potensi yang ada dalam diri, namun ragu karena berbeda pendapat atau berbeda dengan orang lain. Jangan takut untuk mengembangkannya selama hal tersebut positif. 

Beberapa orang merasa keahlian mereka abnormal atau tidak sesuai dengan yang orang lain lakukan, maka mereka memendamnya.

Misalnya memiliki potensi yang berbeda, seperti pengetahuan yang luas akan ilmu bumi dan isinya atau luar angkasa. Jangan takut untuk mengeksplor, karena menjadi berbeda bukan berarti salah.

Apalagi jika potensi berbeda, bisa membawa ke jenjang karier yang lebih baik dan membawa ke cita-cita yang lebih mudah digapai.

6. Menghargai Diri Sendiri
    Menghargai diri sendiri bisa menjadi cara untuk menemukan potensi dan jati diri. Hal ini baru bisa diketahui jika menghargai dan mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan.


CARA MENGHARGAI DIRI SENDIRI

    Dalam ilmu psikologi, self-esteem atau harga diri adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan rasa keberhargaan dan nilai personal seseorang, terhadap dirinya sendiri. Self-esteem merujuk pada cara individu tersebut menghargai, mengapresiasi, dan menyukai diri sendiri.

Cara menghargai diri sendiri untuk memiliki self-esteem yang baik

    Memiliki self-esteemyang sehat, dengan cara menghargai diri sendiri, sangat penting untuk dilakukan. Dengan kondisi harga diri yang sehat, Anda menjadi lebih percaya diri dalam menjalani hidup. Tak hanya itu, self-esteem yang baik juga meningkatkan kualitas hubungan, dan membuat Anda tidak takut dalam mengekspresikan pendapat.Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan, sebagai cara menghargai diri sendiri, untuk self-esteem yang lebih sehat.
1. Berbicara hal-hal positif terhadap diri sendiri (self-talk)
    Jangan pernah meremehkan kekuatan dari self-talk. Baik yang positif maupunself-talk negatif, kegiatan ini memiliki pengaruh yang amat besar terhadap cara Anda menghargai diri sendiri, yang tentu juga berkorelasi terhadap kesehatan self-esteem.Mulailah dengan mengganti kata-kata negatif yang di pikiran Anda, dengan kata lain yang derajat negatifnya lebih rendah. Misalnya, mengganti kata “sakit” dengan kata “tidak nyaman”.Anda juga bisa mencoba mengubah pernyataan negatif yang terbesit di benak Anda, dengan menambahkan kata tanya di depannya. Sebagai contoh, Anda hendak mengatakan pernyataan negatif, seperti “Aku tidak mungkin diterima di perusahaan tersebut”, tambahkan menjadi “Apa yang bisa aku persiapkan untuk diterima di perusahaan tersebut?”.
2. Menjauhkan diri dari orang-orang toxic
    Merasa negatif dengan harga diri yang sangat rendah, mungkin hal yang biasa terjadi pada beberapa titik dalam perjalanan hidup. Perasaan negatif tersebut, dapat berasal dari orang-orang di lingkungan Anda, termasuk rekan kerja maupun teman sepermainan. Efeknya, dapat sangat besar terhadap cara Anda menghargai diri sendiri.Bagaimana menyadari adanya orang-orang toxic di sekitar Anda? Jika kerap merasa takut, marah, dan enggan berinteraksi, itulah tandanya kehadiran kaum toxic di dekat Anda.Apabila interaksi dengan beberapa orang, membuat Anda sulit untuk menghargai diri sendiri, ciptakan batasan agar tak sering untuk bertemu dengan orang-orang tersebut. Menarik diri sementara waktu, demi kesehatan mental diri, sama sekali bukan hal yang salah.
3. Mencari tantangan dan hobi baru
    Hobi dan kegiatan positif, dapat menjadi cara untuk menghargai diri sendiri, karena memberikan cara pandang baru terhadap diri sendiri. Selain itu, mencari hobi baru juga dapat membantu mengikis stres, sehingga juga sangat baik untuk mental.Ada beberapa daftar hobi positif yang bisa Anda contek, seperti menari, berkebun, bercocok tanam, menulis, hingga merawat hewan peliharaan. Anda juga disarankan untuk mendengarkan atau memainkan musik.
4. Menerapkan self-care
    Self-care bukanlah kegiatan berfoya-foya. Kegiatan ini bisa Anda lakukan, untuk menjaga kesehatan mental, fisik, dan emosional dengan hal-hal yang positif. Penerapan self-care yang baik, dapat meningkatkan susana hati, mengurangi kecemasan, serta menjadi kunci untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain.Beberapa self-care yang sangat mendasar untuk dilakukan, sebagai cara Anda menyayangi dan menghargai diri sendiri, yakni beristrahat dengan cukup, mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi, dan berolahraga secara teratur.Anda juga bisa menerapkan kegiatan-kegiatan tambahan lain, yang mungkin terlihat sepele. Kegiatan self-care tersebut, misalnya dengan mandi secara teratur, keramas, bahkan memesan jasa pijat dan meni-pedi.
5. Menerima bahwa tidak ada yang sempurna
    Impian dan target yang tidak tercapai, tentu berpotensi menjatuhkan harga diri atau self-esteem. Ada juga beberapa kondisi fisik yang sulit diubah. Misalnya bentuk hidung dan mata. Semua itu merupakan tanda, bahwa tidak ada hal yang sempurna.Tentu, menjadi hal yang baik jika Anda berusaha untuk memberikan usaha penuh, agar menjadi yang terbaik. Hanya saja, tidak ada satu pun hal yang sempurna dalam hidup.Menerima dan menyadari bahwa diri Anda tidak sempurna, dapat mengurangi risiko penurunan self-esteem. Sebab, Anda menyadari adanya perbedaan target yang realistis dan yang tidak.


CARA MENYAYANGI DIRI SENDIRI

1. Proses Menyayangi Diri Sendiri Tidak Selalu Menyenangkan
    Konsep menyayangi diri sendiri sering kali disamakan dengan relaksasi diri dan melakukan aktivitas yang memanjakan seperti mani-pedi, belanja hingga menghamburkan uang, berendam di air hangat, bermalas-malasan, atau menikmati makanan mahal.
    Jarang sekali kita berpikir bahwa melakukan kegiatan-kegiatan yang enggan kita kerjakan juga termasuk proses menyayangi dan merawat diri sendiri. Merawat diri kita dengan membayar tagihan bulanan, pergi ke dokter untuk check up, membereskan rumah, dan menabung untuk masa depan sangatlah penting untuk memiliki keseimbangan hidup.

2. Prosesnya Juga Memerlukan Waktu yang Tidak Sebentar
    Sama seperti aspek hidup lainnya, merawat diri sendiri juga memiliki prosesnya sendiri yang tidak bisa kamu terima hasilnya buru-buru. Misalnya, kamu baru saja mengikuti kursus yoga untuk menjaga kesehatan, tetapi ada kalanya kamu kembali ke kebiasaan lama di mana kamu lebih memilih tidur seharian di rumah. Tidak apa! Jangan paksakan diri sendiri. Jalani saja apa adanya, nikmatilah prosesnya.

3. Kamu Juga Boleh Meminta Bantuan Jika Diperlukan
    Merawat dan menyayangi diri sendiri berarti kamu memprioritaskan kebutuhan pribadimu dan memastikan semuanya sudah terpenuhi, tetapi bukan berarti kamu bisa melakukan semuanya sendirian.
Menghubungi teman, pasangan, atau keluarga untuk curhat soal masalah kamu juga termasuk langkah yang sangat produktif. Karena dengan curhat pada mereka, kamu dapat mengangkat sebagian beban emosional kamu. Jadi, jangan malu-malu lagi menghubungi mereka untuk meminta saran, ya!

4. Terkadang, Menyayangi Diri Sendiri Juga Harus Melibatkan Orang Lain
    Menyayangi diri sendiri berarti kamu harus memprioritaskan kebutuhan pribadi yang kesannya cukup egois dan narsistik. Padahal kenyataannya, merawat diri sendiri membutuhkan bantuan, lho. Seperti yang diungkapkan pada poin sebelumnya, kamu wajib meminta bantuan pada orang lain apabila diperlukan. Respons dan pertolongan mereka dapat menjadi panduan untuk meningkatkan kualitas diri.

5. Menyayangi Diri Sendiri Membutuhkan Komitmen Seumur Hidup
    Merawat diri sendiri bukanlah sesuatu yang cukup dilakukan sekali saja. Setelah kamu merasa lebih baik, cepat atau lambat, perasaan tersebut akan menguap. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, mengevaluasi diri sendiri, menjaga kesehatan adalah kegiatan yang harus kamu lakukan secara rutin. Sebagaimana hidup kamu yang terus berkembang setiap harinya, begitu pula dengan caramu merawat diri sendiri. Proses ini tidak akan pernah benar-benar berhenti sampai akhir hayatmu.

6. Merawat Diri Sendiri Tidak Harus Selalu Mahal
    Boleh saja menghabiskan budget semahal mungkin untuk merawat diri jika itu yang kamu mau. Namun, merawat diri sendiri yang tepat tidak harus selalu seperti itu, kok. Pikirkan saja kegiatan apapun yang membuatmu tenang dan bahagia. Baik hanya menonton televisi sendirian saja di rumah, menjadi relawan di panti asuhan, melakukan ibadah, dan masih banyak lagi. Mengurungkan niat untuk merawat diri sendiri karena terlalu mahal kini sudah tidak lagi jadi alasan!

7. Cara Kamu Merawat Diri Sendiri Tidak Harus Sama Dengan Orang Lain!
    Kita semua adalah manusia yang unik dan tidak bisa dibandingkan dengan satu sama lain. Belum tentu yoga atau menulis jurnal cocok buatmu, makanya kamu mencari kegiatan lain yang lebih tepat untuk merawat diri sendiri. Jangan takut dianggap aneh oleh orang lain hanya karena aktivitasmu tidak lazim di mata mereka. Selama kamu tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain, kenapa tidak…

Komentar